Beruang Terjerat Perangkap Warga


Beruang Terjerat Perangkap Warga


Pada tanggal 23 November 2016 Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) menerima laporan dari BKSDA aceh pada jam 17.00 WIB bahwa telah terjerat perangkap babi warga, dua ekor beruang di gampong karak kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat. Selanjutnya pada jam 22.00 team bersama petugas dari BKSDA Aceh berangkat menuju ke lokasi kejadian dengan harapan akan tiba pada pagi harinya, pada tanggal 24 November 2016 setelah sampai dilokasi terjeratnya beruang, team yang terdiri dari PKSL dan BKSDA Aceh berkoordinasi dengan BKSDA Resort Aceh Jaya dan masyarakat setempat dan langsung terjun ke lokasi kejadian. Pembiusan pada beruang yang pertama dilakukan pada jam 08.25 setelah teranestesiteam melakukan pemotongan terhadap semua jeratan dan selanjutnya beruang dikeluarkan dari area hutan karet karena sedikit terjal untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah selesai pemeriksaan dan pengobatan, berunag yang berjenis kelamin betina tersebut di estimasikan berumur 5-6 tahun dengan berat badan 60 kg tersebut dinyatakan masih layak untuk proses pelepasan liarkan dan dimasukkan ke dalam kandang transport.

Selanjutnya team bersama masyarakat bergerak ke lokasi kedua yang terletak tidak jauh dari lokasi pertama (Masih dalam wilayah Gampong yang sama) akan tetapi terjerat dalam perkebunan sawit. Berunag kedua dibius pada pukul 10.31 WIB, setelah terbius dan dilakukan pengecekan beruang tersebut berjenis kelamin jantan, estimasi umur 5-6 tahun dengan berat badan 70 kg dan dinyatakan oleh team sudah tidak layak lepas liar (Release) mengingat kondisi dari berunag tersebut sudah kehilangan empat jari kaki kanan depan dan sudah menampakkan tulang dan kaki belakang yang sudah mulai nekrosa (Kematian jaringan) akibat dari tercekik oleh tali jeratan dan team memutuskan untuk melakukan evakuasi ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk dilakukan operasi.

Langkah selanjutnya adalah, team melepasliarkan beruang yang pertama pada lokasi yang telah ditentukan oleh BKSDA Aceh dan langsung menuju ke FKH Unsyiah.

Pembiusan untuk operasi dilakukan pada jam 17.10 dan selesai pada jam 18.53 selanjutnya beruang diantarkan ke BKSDA Aceh untuk ditempatkan dalam kandang rawat inap. Pengecekan dan pengontrolan satwa tersebut menjadi tangggung jawab dari pusat kajian satwa liar dan BKSDA Aceh.

Penulis : drh. Arman Sayuti, M.P

Editor : Hasyim

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya