JAPFA AKAN BANGUN PABRIK PEMBIBITAN AYAM DI ACEH

JAPFA akan bangun Pabrik Pembibitan Ayam

-Termasuk Pabrik Penetasan Di Aceh

Banda Aceh - PT JAPFA Confeed Indonesia (Tbk) melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa akan membangun pabrik pembibitan ayam broiler (breeding farm) dan pabrik penetasan telur (hatchery) di Aceh. Pembangunannya direncanakan mulai tuhun ini dengan total investasi mencapai 100 miliar.

Vice President Head Of Operation JAPFA unit Medan. Anwar Tandiono, menyampaikan hal ini kepada serambi seusai penandatanganan MoUn kerja sama denngan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala, Jumat (13/1).

“ Tampatnya masih kita survey, tetapi target kita tahun ini harus sudah terbangun di Aceh, katanya di damping Dekan FKH Unsyiah, Dr. drh . Muhammad Hambal, Wakil Dekan, I Dr. drh. Sugito, M. Si, Wakil Dekan II, Dr. drh . Mustafa Sabri. M.P, dan sejumlah pihak dari JAPFA.

Untuk pembangunan pabrik pembibitan ayam broiler, luas area yang dibutuhkan sekitar 20 hektare, dengan kapasitas indukan (parent stok) 150.000 ekor, sedangkan untuk pabrik penetasan lahan yang dibutuhkan sekitar 3-4 hektare , dengan kapasitas produksi 300.000-500.000 anak ayam ( day old chicken/DOC) per minggu.

Itu berarti, jumlah produksi DOC yang akan dihasilkan mampu memenuhi hingga 50 persen kebutuhan anak ayam di Aceh, mengigat jumlah DOC yang dipasok dari Medan setiap bulannya mencapai 2,5 juta ekor. Anwar menyebutkan , total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan kedua pabrik tersebut mencapai rp 100 miliar, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 200 orang. “ Harapan kita, semua posisi mulai dari level pimpinan sampai staf pekerja itu diisi oleh tenaga kerja local, intinya kita enggak main ‘impor’ lah. “ujar dia .

Keberadaan kedua pabrik ini selain akan membuka lapangan kerja, juga akan menekan biaya produksi dan memangkas ongkos transportasi, sehingga menjadikan harga DOC di aceh lebih murah. “Di Aceh ini semua mahal, pakan mahal, DOC mahal. Kita tidak bias berbuat apa-apakarena itu ditentukan pasar, yang bias kita lakukan adalah menekan biaya produksi, transportasi, dan efisiensi, mata rantai ini kita potong”, jelas Anwar.

Anwar juga mengakui bahwa isu keamanan memang masih menjadi kekhawatiran tersendiri dari pimpinan JAPFA di pusat. Tetapi ia berhasil meyakinkan bahwa aceh benar-benar aman, disamping prospek pasar yang memang cukup menjanjikan.

“Selama ini, ada sekitar rp 70 miliar uang kami yang diputar dimasyarakat Aceh per bulannya. Kontribusi kepada masyarakat ada sekitar rp 3-4 miliar perbulan melalui program kemitraan. Jadi kenapa harus ragu, “pungkas Anwar Tandiono. (Yos)

Beasiswa untuk Mahasiswa FKH

SEBELUMNYA juga dilakukan penandatangan MoU Kerja Sama antara JAPFA Confeed Indonesia Tbk dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah. Kerja sama tersebut terkait dengan pemberian beasiswa program kepada 13mahasiswaterpilih.

Head JAFPA Foundation, Andi Prasetyo, menyebutkan, ke-13mahasiswaitu terdiri dari 10mahasiswasemester III dan 3mahasiswasemester V. “Ini merupakan kerja sama pertama yang kami lakukan di Indonesia,” katanya.

Beasiswa yang diberikan tersebut tidak hanya semata dalam bentuk finansial, tetapi juga program pendukung seperti bimbingan karir, enterpreunership, pelatihan bahasa inggris, dan lainnya. “Program beasiswa ini berjalan mulai tahun ini hingga mahasiswatersebut lulus,” ujar Andi.

Dekan FKH Unsyiah, Dr dr Muhammad Hambal, menyatakan sangat bersyukur dengan adanya beasiswa program dari JAPFA. Apalagi beasiswa yang diberikan disertai dengan life skill dan soft skill.

Hal ini sejalan dengan cita-citanya yang ingin memperkenalkan FKH Unsyiah tidak hanya dilevel Nasional, tetapi juga hingga ke ASEAN. “Kita memang punya cita-cita tahun ini FKH Unsyiah terakreditasi di tingkat ASEAN,” demikian Hambal.(Yos)


Sumber :Serambinews.com


Bagikan Berita ini

Berita Lainnya