Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Teknologi Budidaya Jamur Modern

Lima mahasiswa universitas Syiahkuala yang tergabung dalam kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Modem berhasil menciptakan sistem budidaya jamur merang secara modern.

Kelima mahasiswa ini menciptakan teknologi automasi dan melatih soft skill budidaya jamur merang bagi santri di pesantren modern Al-Manar, Aceh Besar.

Modernisasi Budidaya Jamur Merang ini menggunakan Semiautomatic Integrated Farm (SAIF) berbasis lingkungan yang membantu masyarakat mengatasi kendala-kendala pembudidayaan jamur merang.

Ketua Tim PKM Modem Unsyiah, Aslam Bustamam, kepada Serambinews.com Senin (6/6/2016) mengatakan, mereka terdiri dari 5 orang mahasiswa antara lain, Zanuri Ikhsan (teknik elektro), Harita Cahyo Baskoro (teknik kimia) Wahyu Aulia (agroteknologi), dan Ulya Wardah (Geofisika).

Menurut Aslam, budidaya jamur merang dapat mengurangi limbah jerami yang sering disalahgunakan.

“Dalam program ini ada tiga hal digabung menjadi satu, yaitu budidaya jamur merang, biogas, dan sistem automasi canggih,” ujarnya.

Mereka memilih kawasan Pesantren Al-Manar karena kawasan ini dikelilingi sungai dan hamparan persawahan luas yang ditanami padi dan banyak ditemui tanaman pisang.

“Pasca panen padi, jerami sering sekali dibakar yang mengakibatkan pencemaran udara, daun pisang kering juga dibakar. Padahal limbah tersebut dapat digunakan menjadi media tumbuh dalam budidaya jamur merang,” jelas Aslam.

Dalam pengerjaannya, budidaya jamur merang dibutuhkan suhu dan kelembaban yang relatif tinggi 32-35oC dan 80-85%.

Namun yang menjadi kendala biasanya suhu dan kelembaban tidak tetap, berubah-ubah tidak seperti suhu dan kelembaban optimum yang dibutuhkan jamur.

“Oleh karena itu, kami berinisiatif melakukan modernisasi budidaya jamur merang berbasis lingkungan dengan tujuan melatih soft skill santri dan mewujudkan model budidaya jamur merang modern yang mampu mengatasi pencemaran lingkungan,” terang Aslam.

Tim PKM Modem Unsyiah menggunakan sistem pengaturan suhu dan kelembaban yang dikontrol dan bekerja secara otomatis berbasis “mikrokontroller Arduino” dan sensor suhu dan kelembaban.

“Selama pelaksanan kegiatan berlangsung, santri dan pihak pesantren memiliki kepedulian dan antusias serta rasa ingin tahu yang sangat baik terhadap pelatihan budidaya jamur merang secara modern yang kami laksanakan ini,”ujarnya.

Tim ini berharap teknologi yang mereka kenalkan itu dapat dimanfaatkan sehingga menghasilkan produk hasil jamur merang yang bergizi tinggi khususnya Banda Aceh dan Aceh Besar. [Serambi Indonesia]

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya