MAHASISWA UNSYIAH DITUNTUT BERKARAKTER MUSLIM CERDAS

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dituntut untuk memiliki karakter muslim cerdas. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC dalam Pembukaan Program Praktek Ibadah, Mentoring, dan Kuliah Umum Keagamaan di Mesjid Jamik Kampus Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (18/2).

“Mahasiswa Unsyiah harus berkarakter muslim sejati yang cerdas. Selain cerdas dari akademik, juga harus harus cerdas dari segi keagamaan,” tegas Dr Alfiansyah di hadapan ribuan mahasiswa.

Ia menjelaskan, program Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) melalui programnya bertugas untuk menciptakan mahasiswa yang berjiwa Qurani. Program ini mengajarkan mahasiswa tentang pembacaan Alquran (Iqra’), praktek ibadah, dan mentoring keagamaan. Selain itu, semua mahasiswa muslim wajib mengikuti UP3AI sebagai syarat wajib untuk dapat mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam.

“Suka tak suka UP3AI wajib diikuti oleh semua mahasiswa muslim,” ujarnya.

WR III Unsyiah menekankan, UP3AI ini sangat penting untuk membentengi mahasiswa dari ajaran-ajaran atau paham-paham sesat. Program ini juga sebagai penangkal virus komunisme atau liberalisme serta pendangkalan akidah.

Sementara itu, Ketua UP3AI Unsyiah, Fathurrahmi MSi memaparkan, saat ini terjadi krisis kepemimpinan dan moral, maka perlu membangkitkan kembali semangat keislaman. Kebangkitan umat Islam dimulai dari mesjid dan pelaksanaan program UP3AI dipusatkan di mesjid.

“Dulu sebelum ada kampus, ada majelis A’la di Aceh, tempat berkumpulnya para ulama dan cendekiawan. Majelis itu tepatnya berada di halaman Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Mereka kerap membahas soal keagamaan, pemerintahan, ekonomi, dan lain-lain di situ. Jadi wajar peradaban Islam di Aceh dulu sangat terkenal,” pungkasnya.

Kuliah Umum

Pada kesempatan itu turut dilaksanakan kuliah umum keagamaan yang bertema “Membentuk Pribadi Mahasiswa Unsyiah yang Berfikrah Qurani dan Berakhlak Mulia” bersama Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Prof Dr H Syahrizal Abbas MA.

Ia mengatakan, mahasiswa Unsyiah harus berpegang teguh pada sumber pedoman Islam, yakni Alquran dan hadist.

“Anda mau sukses, berintelektual tinggi, maka harus mengikuti apa-apa yang telah diperintahkan dalam Alquran dan hadist,” sebutnya.

Prof Syahrizal juga menyarankan mahasiswa Unsyiah akan meningkatkan minat baca untuk menggali ilmu pengetahuan. Hadir dalam

Editor: Reza Fahlevi


Bagikan Berita ini

Berita Lainnya