Unsyiah dan INDOHUN Hasilkan Program OHCC Pertama di Sumatera

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Pusat Riset Veteriner Tropis menjalin kerja sama dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN). Kerja sama itu, menghasilkan program One Health Collaboration Center (OHCC) untuk menangani masalah kesehatan dalam masyarakat yang selama ini jadi persoalan utama.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal mengatakan, masalah kesehatan merupakan isu utama yang dihadapi masyarakat dunia saat ini. Kemunculan wabah penyakit merupakan ancaman bagi kesehatan yang peningkatan kejadiannya dapat menjadi bencana non alam.

“Maka kita perlu mewaspadai dan mempersiapkan diri secara baik dalam menghadapi munculnya wabah penyakit menular dan berbahaya. Karena dapat mengganggu kehidupan sosial dan kepanikan di masyarakat,” kata Samsul

dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (14/8).

Melalui dan hadirnya progaram OHCC dari Unsyiah dan INDOHUN ini, diharapkan memberikan kontribusi dan dampak yang positif terhadap pengentasan masalah kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Sesuai dengan tujuan dan cita-cita awal kerja sama.

"Berharap kehadiran program OHCC dapat bermanfaat bagi pemerintah Aceh maupun provinsi lainnya di Sumatera. Baik dalam kegiatan riset maupun pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Teuku Reza Ferasyi menerangkan, OHCC yang ada di Unsyiah ini adalah yang kelima di Indonesia, dan satu-satunya di Sumatera. Di mana proses pembentukannya telah melalui proses komunikasi yang panjang.

“Sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi salah satunya adalah program ini harus bisa menjangkau banyak bidang ilmu khususnya ilmu kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Reza menyebutkan, tujuan program ini adalah untuk mengintegrasikan kajian dan analisis kesehatan bersama (one health) antar stakeholder baik di internal atau eksternal Unsyiah.

"Selain itu, kehadiran OHCC diharapkan bisa membangun jejaring kerjasama Tri Dharma perguruan tinggi dalam aspek one health, serta mendukung penguatan kapasitas SDM dan sarana/prasarana penerapan program one health berbasis kajian ilmiah," imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Aceh melalui Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Iskandar menuturkan, sangat mengapresisasi hadirnya program OHCC. Dirinya berharap program ini tidak hanya membantu terciptanya kualitas kesehatan masyarakat Aceh, tapi sekaligus menjadi monitoring terhadap program kesehatan yang telah dijalankan.

“Kami percaya program OHCC ini banyak melibatkan tenaga ahli bidang kesehatan, sehingga hasil analisis ataupun kajiannya akan sangat bermanfaat untuk mendukung program kesehatan Aceh,” kata Iskandar.

Dalam kegiatan ini nantinya juga dilaksanakan pelatihan Sistem Penilaian Antimicrobial Resistance (AMR) menggunakan OH-Smart Tools. Dibawah dukungan program USAID-Prestasi dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sumber : https://www.jawapos.com

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya