Lompat ke isi utama
x

FKH UNSYIAH TERJUNKAN MAHASISWA KE MONTASIK

 

Banda Aceh – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menerjunkan dosen dan mahasiswa ke kecamatan  Montasik, Aceh Besar, dalam rangka pengabdian masyarakat. Gampong yang dipilih menjadi kegiatan lokasi meliputi Lamnga, Dayah Daboh, Weu Lhok, dan Lam paseh krueng.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III Unsyiah Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC, Sabtu (23/11), di Aula Kecamatan Montasik. Turut hadir sejumlah unsur pimpinan perguruan tinngi, yaitu Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah Dr drh Mustafa Sabri. Dekan FKH Unsyiah Dr drh Muhammad Hambal, para Wakil Dekan FKH Unsyiah, Camat Montasik, danramil dan Kaplosek.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menyampaikan bahwa kesempatan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa merupakan sebuah pembelajaran sosial dalam memperkuat soft skill nantinya ketika lulus menjadi sarjana. “Sebab keberhasilan dalam dunia kerrja sangat tergantung pada kemampuan soft skill alumni, bukan semata IPK yang tinggi,”kata Alfiansyah.

1

Ketua Panitia Dr drh Razali M. Si yang juga sekaloigus Wakil Dekan III FKH Unsyiah, menjelaskan, kegiatan Pengabdian ini merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademik kedokteran hewan dalam upaya memberikan sumbangsih kepada peternak dalam pencegahan dan penanganan penyakit hewan dan ternak, seperti vaksinasi rabies, vaksinasi ayam, dan penyuluhan kepada masyarakat.

2

“Kegiatan ini mengambil tema Bersama Membangun Negeri. Diikuti  120 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa . “kata drh Razali, lebih lanjut ia meyampaikan, dipilihnya keempat gampong tersebut karena banyaknya masyarakat yang memiliki ternak, baik berupa sapi maupun ternak kecil seperti kambing. Keempat gampong tersebut juga sudah sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak peternak.

1

Kagiatan tahunan ini juga didukung sepenuhnya oleh tenaga maupun prasarana obat-obatan dari dinas propinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki fungsi peternakan dan kesehatan hewan. “Hasil kegiatan tahunan ini juga akan menjadi catatan untuk perbaikan di masa mendatang sehingga memberikan hasil yang lebih maksimal, “demikian Razali (Sumber Serambi Indonesia)