Lompat ke isi utama
x

Laboratorium Riset

PROFIL LABORATORIUM RISET TERPADU

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

 

Laboratorium Riset Terpadu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala merupakan salah satu laboratorium penunjang pelaksanaan penelitian mahasiswa  dan dosen, baik yang berasal dari FKH  maupun dari fakultas lain di lingkungan Universitas Syiah Kuala.  Laboratorium Riset juga menerima mahasiswa, dosen, dan peneliti dari universitas di luar Unsyiah dan instansi terkait, serta masyarakat umum yang memerlukan layanan pemeriksaan sampel.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lab. Riset telah melakukan validasi terhadap beberapa metode analisis, seperti metode enzyme immunoassay (EIA), Polymerization Chain Reaction (PCR), elektroforesis DNA, Elektroforesis Protein, Analisis Kuantitatif Protein, histokimia, dan imunohistokimia. Dalam kurun waktu tersebut, kegiatan riset mahasiswa dan dosen meningkat secara signifikan. Selain itu, Lab. Riset juga telah menjadi laboratorium penyelenggara Pelatihan/Workshop beberapa teknik pemeriksaan, seperti Pelatihan Teknik ELISA, Pelatihan Dasar Biologi Molekular dengan Motode PCR, Workshop Aplikasi Biomolekuler dan Bioinformatika, Workshop Aplikasi ELISA dan Real-Time PCR (qPCR) dalam Bidang Science Veterinary and Medicine, Pelatihan Pengujian Kehalalan pada Makanan dan Kosmetk serta Pelatihan Imunohistokimia. Kegiatan praktikum, khususnya bagi mahasiswa pascasarjana Prodi Kesehatan Masyarakat Veteriner pun telah dilakukan di Lab. Riset dan terus berlanjut sampai saat ini.

Video Profil Lab Riset

1

Beberapa instrumen/metode yang umum digunakan baik dalam menunjang kegiatan penelitian maupun pelatihan yang diselenggarakan di laboratorium Riset FKH Unsyiah adalah sebagai berikut :


1.         Thermal Cycler C1000 (PCR)

1

 Deskripsi/info : 

Thermal Cycler meruapakan alat yang digunakan untuk menjalankan Reaksi Polimerase Berantai atau dikenal sebagai Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR merupakan suatu proses sintesis enzimatik untuk mengamplifikasi nukleotida (DNA) secara in vitro. Metode PCR dapat mengkopi jumlah untaian DNA ribuan kali bahkan jutaan kali jumlah semula. Dalam penggunaannya di Lab.Riset FKH, instrumen ini telah digunakan untuk mengkopi DNA bakteri (baik mesofilik maupun termofilik), DNA Khamir, gen enzim termohalofilik, DNA parasit seperti Tripanosoma Evansi, gene VEGF, dan gen Quantitative Trait Loci pada ternak sapi.

 

2.         Thermal Cycler C1000 + Real-Time System

1

Deskripsi/info :

Thermal Cycler + Real-Time System merupakan  alat yang digunakan untuk menjalankan Reaksi Polymerase Chain Reaction dengan sistem Real-Time (Real-Time PCR) dimana proses penggandaan DNA dapat langsung terpantau  secara real pada waktu tertentu sehingga memungkinkan pendeteksian DNA dilakukan tanpa melalui tahap elektroforesis gel agarosa. Beberapa penelitian yang dilakukan di Lab.Riset terkait penggunaan instrumen ini adalah untuk mendeteksi cemaran DNA babi pada makanan dan kosmetik, identifikasi ekspresi gen sel tulang mencit, serta  pendeteksian virus EEHV pada Gajah.  

 

3. Perangkat Elektroforesis (DNA dan SDS-PAGE)

-Deskripsi/info :

1

Elektroforesis DNA

Perangkat elektroforesis adalah perangkat yang umum digunakan guna mendeteksi keberadaan komponen biologi seperti DNA dan Protein. Dalam penggunaannya, Lab.Riset FKH Unsyiah menggunakan gel agarosa, dan buffer TAE guna mendeteksi dan mentaksir ukuran DNA dengan kisaran antara 100-10.000 base pair (bp). Sementara itu, metode SDS-PAGE digunakan dalam mendeteksi dan menentukan ukuran protein dengan kisaran 10-175 kDa.   

Elektroforesis Protein

 

4. Microplate Spektrofotometer (ELISA READER)

1

-Deskripsi/info :

Microplate Reader/spektrofotometer adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur absorbansi komponen biologi maupun kimia pada sampel menggunakan plate microtiter. Dalam penggunaannya di Lab.Riset, instrumen ini digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon seperti Cortisol, testosteron, dan Progesterone serta digunakan untuk menganalisis Total Tyroxin, Protein Kinase A, Androgen Reseptor, analisis FSH, analisia TSH, Analisia FSH, analisia Bovine Interferone, Analisia Rat VEGF, analisia IgG dan Aflatoxin. 

5. Microplate Washer (ELISA WASHER)

1

-Deskripsi/info :

Microplate washer digunakan dalam metode ELISA untuk membersihkan microplate dari residu sampel yang menganggu dalam pemeriksaan. Washer ini bersifat otomatis dalam mencuci plate dengan format 96 well plate. Penggunaan washer memungkinkan plate dapat dibersihkan secara sempurna sehingga residu maupun kontaminan yang berasal dari sampel tidak mengganggu proses analisis. 

6.         Pewarnaan Histokimia

1

-Deskripsi/info :

Dalam histoteknik, pewarnaan histokimia digunakan untuk memperjelas berbagai elemen jaringan sehingga dapat dengan mudah dikenali dan dianalisa. Beberapa metode pewarnaan yang digunakan di Lab.Riset adalah Alcian Blue (AB) yang berguna untuk mendeteksi mukopolisakarida asam yang ditandai dengan terbentuknya warna biru pada jaringan, Periodic Acid Schiff (PAS) yang digunakan untuk mendeteksi kandungan mukopolisakarida netral ditandai dengan terbentuknya warna magenta serta pewarnaan Trichrome (modifikasi Masson) yang bertujuan untuk memvisualisasi kolagen dan otot pada jaringan normal dan untuk membedakan kolagen dan otot pada jaringan tumor.