Lompat ke isi utama
x
i

Pelatihan Profesional terhadap Konservasi, konflik dan Medis Buaya Balikpapan, 15 – 18 November 2019

j

Pusat Kajian Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh beserta Komunitas Konservasi Alam Sumatera, Pusat Konservasi Buaya Florida dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim)  menyelenggarakan pelatihan tentang konservasi dan medis buaya pada tanggal 15 – 18 November 2019 di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pelatihan ini dipresentasikan oleh para ahli dibidang  Buaya  baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pelatihan juga berlangsung di sebuah peternakan buaya untuk memberikan pelatihan profesional kepada sekelompok  yang terpilih seperti dokter hewan lapangan, otoritas satwa liar, dan ahli konservasi yang terkait ikut secara aktif terlibat dalam konservasi dan pengelolaan buaya di Indonesia. Workshop seperti ini juga pernah dilakukan pada bulan November 2017 di Medan, Sumatera Utara. Dari hasil pelatihan yang dilaksanakan 2 Tahun lalu menunjukkan bahwa ada permintaan besar dari orang-orang di seluruh Indonesia yang bekerja di bidang konservasi dan pengelolaan satwa liar untuk berpartisipasi dalam pelatihan tersebut dalam mendorong beberapa lembaga untuk menyelenggarakan lokakarya seperti yang telah dilakukan di wilayah lain di Indonesia. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu mengatasi konflik buaya – manusia, dengan memberikan pelatihan yang berkualitas serta mendukung peningkatan Konservasi Buaya, Pengelolaan, dan Perawatan medis Buaya di Indonesia.

Pelatihan yang berlangsung selama 4 (Empat) ini mengundang pakar dari dalam negeri (Nasional) dan Luar Negeri (Internasional) sebagai instruktur yang akan memberikan materi serta memberikan pelatihan praktik langsung kepada akademisi kedokteran hewan universitas syiah kuala, dokter hewan lapangan dan konservasionis yang peduli serta bertanggung jawab untuk konservasi dan pengelolaan buaya. Berikut adalah nama-nama para Fasilitator dan Narasumber.

1.      Dr. Paolo Martelli DVM, RCVS, Direktur Ocean Park, Hongkong (Spesialis Buaya IUCN / SSC, Wakil Ketua Ilmu Kedokteran Hewan)

2.      Dr. Abraham Mathew, Senior Suaka Margasatwa Hewan, Singapura

3.      Dr. Adam Britton, Pendiri dan Direktur konsultasi buaya BIG Gecko (anggota Kelompok Spesialis Buaya IUCN / SSC)

4.      Dr. Kent A Vliet, Koordinator Laboratorium Biologi Universitas Florida (Spesialis Buaya IUCN / SSC, Wakil Ketua Taksonomi, Kebun Binatang)

5.      Dadang Suryana, Kepala Satuan Tugas Manajemen Konflik Buaya Manusia, BKSDA Nusa Tenggara Timur.

6.      Adrian Sugiarto, (Kelompok Spesialis Buaya IUCN / SSC, Wakil Ketua Regional Asia Tenggara dan Timur; anggota Asosiasi Buaya Indonesia).

7.      Colin Stevenson, Rekan Pendiri dan Direktur, Pusat Konservasi Buaya Florida (Spesialis Buaya IUCN / SSC).

8.      Joe Wasilewski, Ahli Biologi Margasatwa di Pusat Penelitian dan Pendidikan Universitas Florida di Fort Lauderdale (Spesialis Buaya IUCN / SSC)

9.      Bruce Shwedick, Pendiri dan Direktur Pelaksana Pusat Konservasi Buaya Florida (Spesialis Buaya IUCN / SSC, Ketua Satuan Tugas Tomistoma).