Lompat ke isi utama
x

Pengabdian Masyarakat Berbasis Produk

Peningkatan Produktivitas Sapi Aceh Melalui Introduksi HPT Unggul dan

Pembuatan UMB PlusDi Gampong Deudap Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh

 

Tim Pelaksana: Sugito, Dasrul, dan Mira Delima

 

          Permasalah yang diselesaikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah: a). melakukan introduksi hijauan pakan ternak unggul, berupa penanaman rumput odot (Pennisetum purpureum) dan rumput lampung (Setaria sphacelata); b). melakukan pelatihan pembuatan pakan tambahan plus (UMB Plus obat cacing herbal) dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang ada dan pemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan alternatif; dan c). melaksanakan kegiatan pembelajaran dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam budidaya beternak sapi yang ramah lingkungan. Solusi tersebut di atas untuk mengurangi permasalahan-permasalahan dalam usaha pemeliharaan sapi yang dilakukan masih seadanya tanpa perkandangan yang memenuhi syarat dan ketersediaan pakan hijauan yang kurang memadai. Akibatnya kondisi sapi menjadi kurus sehingga produktivitasnya tidak optimal. Sapi dibiarkan sepanjang hari mencari pakannya sendiri, akibatnya keberadaan sapi dapat menggangu usaha pertanian dan juga mengotori perkarangan rumah ataupun jalan umum. Di sisi lain sebagaian besar masyarakat mengaku bahwa bagi mereka memiliki ternak sapi adalah tabungan utama bila sewaktu-waktu diperlukan.

          Pelaksanaan pengabdian berbasis produk ini dilakukan mulai dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Pada tahap persiapan, diawali dengan sosialisasi kegiatan pengabdian ini, penentuan lahan dan penanaman HPT, pembuatan tempat jerami padi, pendampingan, dan pembuatan UMB-Plus. Penanaman HPT dilakukan di lahan seluas 50 x 70 m. Pada lahan tersebut telah ditanam dua jenis rumput unggul yaitu rumput odot (Pennisetum purpureum) sebanyak 2.000 stek dan rumput lampung (Setaria sphacelata) sebanyak 500 rumpun (pols). Untuk mencukupi air saat musim kemarau, telah dilakukan pembuatan sumur galian untuk memenuhi kebutuhan penyiraman rumput dan sumur cincin sebagai sumber air minum ternak. Untuk penyimpanan jerami padi telah dilakukan pembangunan kandang penyimpanan jerami padi 4 x 8 m dan juga rehab kandang yang ada. Kandang jerami ini diperkirakan dapat menampung jerami untuk stok selama 2 bulan untuk dikonsumsi 30 ekor sapi saat musim kemarau.

          Hasil kegiatan pembelajaran dan pendampingan dapat meningkatkan manajemen pemeliharaan sapi. Sapi pada malam hari tidak dilepas lagi dan baru dilepas setelah jam 12.00. Kondisi ini membuat suasana jalan umum menjadi lebih bersih tidak banyak kotoran sapi bertebaran, kenyaman pemilik kebun, dan pengurusan pemberian pakan, termasuk UMB dan air minum lebih mudah dilakukan. Kegiatan pengabdian ini telah dapat dilaksanakan sesuai tahapan karena mendapat dukungan/respon sangat baik dari masyarakat, khususnya mitra pengabdian. Hasil pengamatan menujukkan rumput unggul Pennisetum purpureum (rumput odot) lebih baik/cocok untuk dibudidayakan dibandingkan rumput lampung (Setaria sphacelata). Kegiatan pendampingan telah berhasil meningkatkan manajemen penanaman & perawatan hijauan,  dan pembuatan UMB-plus. Hasil pengamatan pada sapi menunjukkan setelah pemberian UMB-plus terjadi penurunan jumlah telur cacing per gram fesesnya.

(Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk ini dapat dilaksanakan dengan dibiayai oleh: Universitas Syiah Kuala sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Tahun Anggaran 2018 Nomor: 292/UN11/SP/PNBP/2018 tanggal 29 Januari 2018.

Kegiatan ini ditampilkan juga dalam bentuk video yang dapat ditonton di link:

https://www.youtube.com/watch?v=oAwfqLE5CmI&feature=youtu.be