PROFIL PRODI PENDIDIKAN DOKTER HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Identitas Program Studi:

  • Nama Program Studi: Pendidikan Dokter Hewan (PDH)
  • Alamat: Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 4 Darussalam
  • Kode Pos: 23111
  • Kabupaten/Kota: Banda Aceh/Banda Aceh
  • Lintang: 5ᵒ34'03.9"N
  • Bujur: 95ᵒ22'15.2ᵒE
  • Nomor Telpon: 0651-7551536
  • Nomor Faxcimile: 0651-7551536
  • Alamat Email : pdh.fkh@unsyiah.ac.id
  • Website: fkh.unsyiah.ac.id
  • Gelar Yang Diberikan: S.KH. (Sarjana Kedokteran Hewan

Deskripsi Singkat:

Program Studi Pendidikan Dokter Hewan (PS-PDH) merupakan program studi pertama dalam lingkungan kedokteran hewan Universitas Syiah Kuala. Program studi pendidikan dokter hewan berdiri pada tahun 1961 berdasarkan Surat Keputuan Mendikbud No. 79966/UU/1960. Secara administrasi PS-PDH terintegrasi kepada FKH Unsyiah dan secara akademik dan fungsional PS-PDH dijalankan terkoordinasi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Sejalan dengan tujuan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, dan dengan mengamban Tridarma Perguruan Tinggi untuk selalu menghasilkan lulusan yang terampil, mandiri, cakap, dan inovatif dalam bidang kedokteran hewan. Setiap lulusan akan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan masyarakat serta memiliki kemampuan dalam mengakses dan memanfaatkan informasi.

VISI

Menjadi suatu institusi yang unggul dalam pendidikan dan pengajaran serta relevan dengan perkembangan IPTEK dan tuntutan masyarakat di lingkup nasional maupun internasional pada tahun 2026.

Misi

  1. Meningkatkan mutu jasa pendidikan dokter hewan.
  2. Memberdayakan sumber daya manusia pendidikan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan jasa pendidikan dokter hewan.
  3. Mengembangkan kajian-kajian ilmiah untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi veteriner.

Kompetensi Prodi :

  • Kompetensi Utama Prodi
  1. Kemampuan menganalisis dan menyelesaikan permasalahan dalam profesi dokter hewan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan hewan.
  2. Kemampuan menerapkan IPTEK dalam bidang Kedokteran Hewan berdasarkan prinsip teknologi berkelanjutan, baik yang bersifat modern maupun kearifan lokal.
  3. Kompetensi utama sebagai manajer (planner, organizer, evaluator, dan mediator)
  4. Mempunyai kemampuan leadership, manajerial, dan adaptasi terhadap lingkungan, serta jiwa kreatif, inovatif, responsif dalam merancang, merencanakan dan mengevaluasi kesehatan hewan secara tepat sesuai kaidah teknologi kesehatan hewan
  5. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.
  • Kompetensi utama sebagai pengusaha di bidang Kedokteran Hewan (enterpreneur, initiator dan cooperator)
  1. Keberanian memulai, melaksanakan, dan mengembangkan usaha inovatif di bidang teknologi kesehatan hewan, pengolahan hasil, kesehatan ternak, dan teknologi reproduksi ternak yang berkelanjutan
  2. Keberanian memulai, melaksanakan, dan mengembangkan usaha inovatif di bidang teknologi kesehatan hewan, pengolahan hasil, kesehatan ternak, dan teknologi reproduksi ternak yang berkelanjutan
  3. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEK di bidang teknologi kesehatan hewan, pengolahan hasil, kesehatan ternak, dan teknologi reproduksi ternak ke dalam praktek bisnis veteriner yang berwawasan lingkungan.
  4. Kemampuan menerapkan etika bidang teknologi kesehatan hewan, pengolahan hasil, kesehatan ternak, dan teknologi reproduksi ternak.
  • Kompetensi utama sebagai peneliti dibidang Kedokteran Hewan
  1. Kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan merumuskan masalah secara tepat mengenai kesehatan hewan, diagnosa penyakit hewan, dan manajemen pengolahan hasil peternakan.
  2. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menyebarluaskan hasil penelitian secara profesional.
  3. Kemampuan merekomendasikan penyelesaian masalah secara tepat dalam bidang kesehatan masyarakat veteriner, mengembangkan IPTEK yang terkait dengan keamanan pangan asal hewan dan menerapkan konsep dasar epidemiologi untuk pengendalian penyakit hewan.
  4. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika ilmiah
  • Kompetensi pendukung lulusan program studi
  1. Kompetensi Pendukung sebagai pelaku di bidang Kesehatan Hewan
    • Mempunyai etika dan rasa tanggung jawab terhadap profesi
    • Mempunyai kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal
    • Mempunyai kredibilitas yang tinggi

2. Kompetensi Pendukung sebagai manajer di bidang Kesehatan Hewan

    • Mampu berinteraksi dengan lingkungan budaya yang berbeda
    • Menghargai perbedaan pandangan atau pendapat dan
    • Mempunyai kredibilitas yang tinggi

3. Kompetensi Pendukung sebagai pengusaha di bidang Kesehatan Hewan

    • Mampu menginisiasi berwirausaha
    • Mampu bekerjasama dalam tim
    • Mampu menerapkan etika bisnis di bidang kesehatan masyarakat veteriner, penyakit ternak dan reproduksi ternak yang berwawasan lingkungan, dan
    • Mempunyai kredibilitas tinggi

4. Kompetensi pendukung sebagai peneliti di bidang Kesehatan Hewan

    • Mempunyai kemampuan untuk belajar sepanjang hayat dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya
    • Mempunyai kredibilitas yang tinggi

5. Kompetensi unggulan lulusan program studi

    • Mampu mengelola pekerjaan dengan baik
    • Mampu mengembangkan karier dan menilai kinerja sendiri
    • Mampu menggunakan, menganalisis, menginterpretasikan serta mengevaluasi penerapan teknologi kesehatan hewan
    • Mampu belajar sepanjang hayat
    • Mampu meningkatkan profesionalismenya
    • Memiliki sikap kritis, terbuka dan rasa ingin tahu yang tinggi

Capaian Pembelajaran :

Upaya yang ditempuh untuk mencapai kompetensi dokter hewan yang meliputi aspek persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

Untuk mencapai kompetensi dokter hewan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan oleh Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan se-Indonesia dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia maka program studi mengarahkan kepada setiap Laboratorium yang melaksanakan koasistensi menyiapkan materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Kondisi ini dapat ditinjau dari course outline yang diberikan oleh koordinator kepada program studi. Pihak program studi dan Tim Penjaminan Mutu Akademik selanjutnya melakukan evaluasi terhadap course outline untuk menyelaraskannya dengan kompetensi. Selanjutnya, Tim Penjaminan Mutu Akademik melakukan evaluasi terhadap kondisi pembelajaran melalui bukti fisik berita acara pembelajaran dan survei langsung kepada mahasiswa koasistensi. Di samping itu, setiap akhir periode koasistensi, kepada kandidat dokter hewan diberikan survei kepuasan terhadap pelayanan koasistensi termasuk di dalamnya kesesuaian materi ajar dan proses pembelajaran dengan kompetensi yang diharapkan. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan setiap akhir koasistensi dievaluasi oleh program studi dengan upaya menyelaraskannya dengan kompetensi yang diinginkan. Metode ini dilakukan dengan mengharuskan seluruh Laboratorium pengelola koasistensi menyerahkan soal kepada program studi untuk dievaluasi oleh Tim Penjaminan Mutu Akademik.







    Bagikan halaman ini